Jumat, 27 April 2018

AKHIR TRAGIS MIG33

Bagi mereka yang mengalami masa remaja pada periode 2005 sampai 2010 kecil Kemungkinan tidak mengenal aplikasi tukar pesan instan Mig33.

Sebegitu terkenalnya aplikasi ini hingga penggunanya mencapai 70 juta orang. Memang kecil dibandingkan pengguna Whatsapp saat ini yang mencapai 1 miliar. Tapi pada saat itu angka 70 juta merupakan angka fantastis mengingat sebagian besar HP masih menggunakan aplikasi Java ataupun Symbian. Android masih di dalam rahim, pun demikian dengan iOS.

Pesaing Mig33 pada saat itu adalah eBuddy dan BBM. Tetapi BBM masih eksklusif harus dijalankan di HP BlackBerry. Tidak bisa dijalankan di HP lainnya misalnya Nokia atau Sony Ericsson.

Setelah mengalami masa kejayaan, Mig33 kemudian memudar. Penyebabnya muncul saingan yang begitu banyak menarik perhatian para remaja penggemar aplikasi tukar pesan instan. Beberapa saingan tersebut antara lain Facebook, Kakao Talk, Line, dan WhatsApp.

Salah satu penyebab kemunduran Mig33 adalah keterlambatan mengadopsi sistem aplikasi Android. Mereka terus berkutat di ponsel Java padahal ponsel-ponsel tersebut semakin kurang diminati seiring dengan murahnya ponsel ponsel Android.

Pada 2013 Mig33 tamat riwayatnya kemudian diganti menjadi MigMe. Aplikasi ini sudah bisa jalan di Android dan tidak hanya fokus di pesan instan tapi juga di microblogging. Sayangnya penetrasi dari MigMe bisa dibilang terlambat sehingga mereka tenggelam di antara kemajuan pesat aplikasi pesan instan semisal Line, WhatsApp, dan Telegram.

Saham MigMe sempat melantai di bursa saham Australia. Tapi nilainya terus-menerus turun. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan aplikasi ini, tapi tak juga menolong. Sampai akhirnya sahamnya hanya hitungan sen dolar saja.

Akhirnya MigMe yang merupakan jelmaan Mig33 berakhir tragis pada 7 Agustus 2017. Website utamanya di meg.me juga sudah tidak aktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar